periode perguruan silat

Pada tanggal 11 Maret 1987 di tetapkan sebagai hari lahirnya Perguruan Silat Nsional " Teratai Tunjung " yang berpusat di kota Malang dan sebagai Pusat Awal berdirinya di Kampus STIE "Malang Kucecwara". Yang sekaligus sebagai pusat perkembangan organisasinya.

Pada saat itu juga di resmikan pengurus pusat Perguruan Silat Nasional " Teratai Tunjung " periode pertama dalam wadah Oraganisinya. Bertindak selaku Pengasuh serta Guru Besar adalah Bapak DR. Wahyu B. Utomo, MM., Mo.A

Ternyata dalam perkembangannya di usianya yang relatif muda Perguruan Silat Nasional " Teratai Tunjung " telah mendapat tempat dengan kesan positip dari Masyarakat, ini terbukti dengan banyaknya minal dari masyarakat yang kian hari kian bertambah banyak saja, walaupun kalangan pelajar dan mahasiswa yang mendominir namun kaun senior (tua) juga banyak yang berminat untuk mengkaji seni Pernafasan " Teratai Tunjung".

Rata - rata di antara peserta mempunyai tujuan untuk menjaga kebugaran, kesehatan, pengobatan diri sendiri sebagai pengobat alternatif dan sebagian kecil untuk tujuan beladiri.

Hingga saat ini Perguruan Silat Nsional " Teratai Tunjung " yang selama ini bernaung di bawah bendera Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Malang tyang terdaftar dengan Nomor : A-001/015/IPSI-ML/X/1988, telah memiliki jumlah anggota lebih dari 15. 287 orang yang sebagian besar tersebar di wilayah Jawa Timur dan sebagian lagi pada propinsi - propinsi lain di wilayah Indonesia, bahkan saat ini dikembangkan di luar negeri.

Berbagai event mulai tingkat cabang, daerah maupun antar Perguruan tinggi se-Indonesia pernah di Ikuti.

Dengan mengenalkan kaidah Silat, (= 'Isi' sebagai 'Alat'), yang dimaksud dalam kaidah tersebut , isi adalah suatu potensi dasar yang di miliki oleh manusia secara kodrati itu dikembangkan dengan memberikan tuntunan melalui proses tata gerak senam pernafasan yang lazim di sebut dengan istilah ' Jurus'. Dengan ini segi potensi diri dapat di bangkitkan hingga dapat di pergunakan untuk berbagai keperluan yang dapat memberi manfaat positip bagi Individu tersebut.

Maka kata 'Silat ' , secara konteks-tual ini di pergunakan sebagai istilah 'Produk' atau program yang ada dalam Perguruan kami saat itu.

Namun pada kenyataannya, terjadi kesalahan paham istilah tersebut di masyarakat umum. Hingga banyak yang mengasumsikan 'Silat' itu seperti halnya pencak yang lasim di ketahui orang yakni sebagai aktifitas yang mengandung sifat kekerasan belaka atau sekedar olah fisik biasa. Ini terbukti dengan adanya pandangan yang menyamakan 'Silat' yang ada pada kami dengan olah raga fisik lainnya dengan tanpa memandang segi - segi spesifik yang mungkin tidak terdapat pada jenis olah raga lainnya.

Padahal konsep yang kami miliki spesifikasinya di bidang Seni Olah Pernafasan, dengan hasil yang di peroleh oleh mereka yang belajar di sebut dengan ' Tenaga Dalam' potensi mana bukan sekedar untuk olah kanuragan namun, mempunyai nilai lebih yakni dengan tenaga dalam, kita dapat membangkitkan daya hidup yang bisa memberi mafaat banyak, untuk kebugaran tadi, kesehatan jiwa raga serta penyembuhn dan juga alat beladiri dalam kondisi yang sangat terpaksa.

Written by: administrator Wednesday, 10 March 2010 16:36
 

"Hallooo"